OPEN SOURCES JOURNAL

free research & academics collective article - true guardian to end all the globalist

Saham BRPT Diserbu Asing, Target Harga Masih Jauh Sekali

Finance | 08 Jun 2025 08:49 AM

JAKARTA, investor.id – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu saham yang paling diburu oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir (2-5 Juni 2025).

Investor asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) saham BRPT sebesar Rp 161,5 miliar di pasar reguler BEI dalam sepekan terakhir, berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Minggu (8/6/2025).

Net buy asing pada saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu itu terbesar kedua, setelah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam yang sebesar Rp 400,2 miliar.

Khusus pada perdagangan terakhir, Kamis (5/6/2025), net buy saham BRPT mencapai Rp 203,7 miliar atau terbanyak dibandingkan saham lainnya.

Secara umum, dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 4,7 triliun di seluruh pasar BEI. Berbeda dengan pekan sebelumnya, dimana asing membukukan net buy sebesar Rp 1,47 triliun.

Adapun sepanjang tahun berjalan ini, total net sell asing mencapai Rp 49,8 triliun – berdasarkan data BEI.

Rekomendasi dan Target Harga Saham

Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya merekomendasikan strong buy saham Barito Pacific (BRPT) dengan target harga Rp 4.200. Target harga saham BRPT diskon 60% dari nilai kepemilikan saham di BREN dan TPIA.

Target harga tersebut masih jauh sekali dari harga saham BRPT pada penutupan perdagangan terakhir, Kamis (5/6/2025), di level Rp 1.510. Meski telah naik 17% pada Kamis (5/6), saham BRPT masih menawarkan potensi cuan sebesar 178%.

BRPT membukukan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I-2025. Pendapatan BRPT naik 25% menjadi US$ 773 juta pada kuartal I tahun ini, didorong oleh pemulihan produksi PT Chanda Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia. Laba bersih Barito Pacific (BRPT) melejit 82,6% menjadi US$ 16,2 juta.

Sementara itu, anak usaha BRPT lainnya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) konsisten menghasilkan performa gemilang, dimana laba bersih tumbuh 14% menjadi US$ 42,4 juta.

Menurut Henan Putihrai, keberhasilan TPIA mengakuisisi Aster Chemical Singapore, yang sebelumnya bernama Shell Energy and Chemicals Park (SECP), akan memperkuat integrasi bisnis dengan sektor hulu. Pada saat yang sama, BREN terus memperluas portofolio pembangkit listrik energi terbarukan melalui proyek baru tenaga angin bersama ACEN.

“Strategi dua mesin, yakni transisi energi dan pemulihan bisnis petrokimia, menghasilkan platform pertumbuhan jangka panjang bagi BRPT,” tulis Henan Putihrai dalam risetnya.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

← Kembali ke Beranda

Advertisement

Mongolia
Iklan 1

Iklan menarik lainnya...

Iklan 2

Promo terbaru hari ini!