OPEN SOURCES JOURNAL

free research & academics collective article - true guardian to end all the globalist

Pembiayaan Multifinance Melambat 10 Bulan Berturut-Turut

Finance | 08 Jun 2025 03:19 PM

JAKARTA, invesor.id – Nilai piutang pembiayaan multifinance tumbuh 3,67% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 504,18 triliun pada April 2025. Meski masih bertumbuh, laju pertumbuhan sebenarnya telah melambat selama sepuluh bulan berturut-turut.

“Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh 3,67% yoy pada April 2025,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Melihat dari historis, kinerja piutang pembiayaan multifinance menegaskan adanya tren perlambatan. Perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan yang dimaksud telah terjadi selama sepuluh bulan berturut-turut atau sejak Juli 2024 sampai April 2025.

Dari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) multifinance kembali mengalami perbaikan pada April 2025, melanjutkan indikasi perbaikan pada bulan sebelumnya. NPF net dan gross masing-masing menjadi sebesar 0,82% dan 2,43%.

Sedangkan gearing ratio dari multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,23 kali. Posisi tersebut juga masih memadai dan jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.

Dari sisi kualitas, pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) multifinance kembali mengalami perbaikan pada April 2025, melanjutkan indikasi perbaikan pada bulan sebelumnya. NPF net dan gross masing-masing menjadi sebesar 0,82% dan 2,43%.

Sedangkan gearing ratio dari multifinance masih berada dalam rentang yang memadai yaitu sebesar 2,23 kali. Posisi tersebut juga masih memadai dan jauh dari batas atas yang diperkenankan OJK sebesar 10 kali.

OJK sendiri memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan dari multifinance sepanjang tahun 2025 dalam kisaran 8-10% yoy. Secara nominal, piutang pembiayaan diperkirakan dapat ditutup mencapai Rp 543,70 triliun sampai dengan 553,77 triliun.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

(investor.id)

← Kembali ke Beranda

Advertisement

Mongolia
Iklan 1

Iklan menarik lainnya...

Iklan 2

Promo terbaru hari ini!