Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Kamis 16 April 2026

Finance | 18 Apr 2026 10:02 AM
Bisnis.com, Rupiah melemah 0,03% ke Rp17.135 per dolar AS pada 15 April 2026, tertekan arus modal keluar meski sentimen global membaik. Prediksi Rp17.100-Rp17.200.
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026). Berdasarkan data tradingview, pada perdagangan Rabu (15/4/20260, nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 0,03% atau 5 poin menuju level Rp17.135 pada akhir sesi perdagangan.
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS juga diikuti depresiasi mata uang yen Jepang terhadap dolar AS, yuan China, dolar Singapura, dan dolar Hong Kong. Keempat mata uang ini kompak turun sebesar 0,03%. Mayoritas mata uang Asia lainnya juga terpantau terdepresiasi terhadap dolar AS.
Pelemahan terdalam terhadap dolar AS dialami oleh Peso Filipina sebesar 0,42%, diikuti dolar Taiwan turun 0,36%, rupee India turun 0,22%, won Korea turun 0,21%, baht Thailand melemah 0,17%.
Namun demikian ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang Asia yang terapresiasi sebesar 0,04%. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menurutkan, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meskipun indeks dolar AS tengah berada di level terendah dalam enam minggu terakhir.
Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik belum mereda, terutama akibat arus modal keluar atau outflow yang masih berlangsung.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen global yang relatif membaik, seiring meningkatnya harapan akan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah. Namun, faktor eksternal tersebut belum cukup kuat untuk menopang rupiah, yang justru masih dibayangi oleh lemahnya fundamental domestik.
Pelaku pasar menilai, tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi internal, termasuk persepsi investor terhadap prospek ekonomi dalam negeri. Aliran dana asing yang terus keluar dari pasar keuangan domestik menjadi salah satu indikator utama yang membebani pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam tren melemah. Minimnya rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu arah kebijakan moneter dari Bank Indonesia pada pertemuan pekan depan.
Menjelang rapat dewan gubernur tersebut, investor diperkirakan akan tetap bersikap hati-hati.
“Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS untuk perdagangan besok Kamis [16/4/2026], dengan potensi volatilitas yang masih cukup tinggi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dengan kombinasi tekanan eksternal dan domestik, pergerakan rupiah dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada sentimen pasar serta sinyal kebijakan dari otoritas moneter.
15:20 WIB Rupiah Ditutup Menguat Berdasarkan data Tradingview, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,05% atau naik 8 poin ke level Rp17.128 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda terhadap dolar AS diikuti oleh mata uang dolar Hong Kong dan rupee India. Keduanya naik sebesar 0,05%. Mata uang Asia lainnya cenderung terapresiasi. Peso Filipina terhadap dolar AS naik 0,08%, disusul baht Thailand naik 0,23%. Sebaliknya Mata uang yen Jepang terhadap dolar AS terdepresiasi 0,06 %, yuan China melemah 0,02%, dolar Singapura melemah 0,10%, won Korea turun 0,09%, ringgit Malaysia turun 0,14%.
12:44 WIB Rupiah Menguat Tipis Nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,04% ke level Rp17.130 per dolar AS pada pukul 12.44 WIB.
09:15 WIB Rupiah Melemah Tipis Berdasarkan data TradingView, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis 1 poin ke level Rp17.144 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB. Sementara itu, mata uang lainnya di Asia Tenggara bergerak menguat. Peso Filipina menguat 0,15%, ringgit Malaysia menguat 0,13%, dan baht Thailand naik 0,42%.
