Kinerja Jeblok & Saham Anjlok 67%, Saham Zyrex Layak Koleksi? ( CNBC - 16 June 2023 15:43 )

Finance | 14 Sep 2025 07:01 AM
Jakarta, CNBC Indonesia- Saham emiten produsen laptop dalam negeri PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) saat ini tidak seramai sewaktu awal melantai (listing) di bursa pada Maret 2021 lalu.
Simak Video Berikut :
Kinerja Jeblok & Saham Anjlok 67%, Valuasi Zyrex Masih Mahal!
style="width:100%; max-width:560px; aspect-ratio:16/9; border:none; align=middle; allowfullscreen>
Saham ZYRX pernah menyentuh level tertingginya (all time high/ATH) di harga penutupan Rp850/saham pada 29 Juli 2021. Namun, semenjak itu, harga saham ZYRX anjlok tajam sebesar 65,47% hingga berada di Rp294/saham per 26 Mei 2021.
Kinerja keuangan ZYRX juga kurang memuaskan, Laba bersih perusahaan merosot signifikan sebesar 49,02% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,72 miliar pada kuartal I 2023.
Seperti apa analisis kinerja dan prospek saham ZYRX? Selengkapnya saksikan ulasan Tim Riset CNBC Indonesia, Muhammad Reza Ilham Taufani dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Jum'at, 16/06/2023)
( CNBC- Indonesia )
Simak Berita Di Tahun yg Sama Bulan July tentang "Zyrex".
Masih Pagi, 3 Saham Ini Udah ARA! Ada yang Baru IPO
Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga saham terpantau sudah menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan sesi I Senin (24/7/2023) atau pagi hari ini.
Adapun ketiga saham tersebut yakni PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Per pukul 10:34 WIB, saham ZYRX melonjak hingga 25% ke posisi Rp 270/saham. Sedangkan saham INPS terbang 24,65% ke Rp 354/saham. Sementara untuk saham INET meroket 34,65% menjadi Rp 136/saham. Ketiganya pun sudah menyentuh ARA.
Adapun saham INET merupakan saham baru yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin hari ini. Di perdagangan perdananya, saham INET berhasil mencetak ARA.
Untuk saham INET, harga penawaran umum perdana saham emiten holding jasa telekomunikasi ini sebesar Rp 101/saham.
Mengutip prospektusnya, INET melepas saham sebanyak 1,5 miliar saham biasa atau sebesar 20,00% dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Sehingga, nantinya perseroan berharap akan mendapatkan dana segar senilai Rp 151.500.000.000.
Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 15 juta lot atau dana yang diraih berkisar Rp 150 miliar hingga Rp 151,5 miliar dengan market cap sebesar Rp 750 miliar hingga Rp 757,5 miliar.
Namun, harga IPO yang ditawarkan INET terbilang overvalued alias mahal dengan PBV 3,48-3,49. Selain itu dalam mengelola modal dan asetnya dalam menghasilkan laba bersih INET belum cukup maksimal.
Adapun dana IPO INET akan digunakan untuk melakukan setoran modal kepada Entitas anak yaitu PFI sebesar Rp 90 miliar. Kemudian dana tersebut akan digunakan oleh PFI untuk belanja modal (Capital Expenditure/Capex) berupa pengembangan jaringan kabel Fiber Optic di area Jabodetabek sebesar Rp 60 miliar.
Selanjutnya, Rp 30 miliar akan digunakan oleh PFI sebagai modal kerja (Operational Expenditure/Opex) antara lain namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, pembayaran gaji karyawan dan uang jaminan (deposit) sewa Fiber Optic di area Pulau Jawa.
Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain namun tidak terbatas pada pembelian bandwidth internet, biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel serta material lain guna mendukung kegiatan usaha Perseroan.
Sementara itu untuk saham ZYRX dan INPS, belum diketahui penyebab pasti kedua saham tersebut meroket dan sudah menyentuh ARA di pagi hari ini. Namun, ada kecenderungan bahwa keduanya tengah digerakkan.
Sumber : Masih Pagi, 3 Saham Ini Udah ARA! Ada yang Baru IPO
( CNBC Research )
← Kembali ke Beranda
