Tentang IPO Zyrex News - (CNBC 2021-March)

Finance | 14 Sep 2025 01:21 PM
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen piranti elektronik dan laptop merek Zyrex, PT Zyrexindo Mandiri Buana, menetapkan harga saham perdana atau initial public offering (IPO) yakni Rp 250/saham.
Perusahaan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau listing di BEI pada 30 Maret mendatang, berubah dari prospektus awal yakni 25 Maret 2021.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di media, Kamis ini (18/3), perusahaan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 333.333.300 saham biasa atau 333,33 juta saham dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 25 setiap saham.
Jumlah saham ini mewakili sebanyak-banyaknya sebesar 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum IPO ditawarkan. Hanya saja harga pelaksanaan belum ditentukan.
Dengan demikian, jumlah dana seluruh penawaran umum perdana yakni Rp 83,33 miliar.
Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 166.666.650 Waran Seri I yang menyertai saham IPO atau sebanyak-banyaknya 16,67% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada panggal penjatahan. Setiap pemegang 2 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Harga pelaksanaan waran yakni Rp 750, yang dapat dilakukan atau dieksekusi setelah 12 bulan sejak Waran Sesi I diterbitkan sampai tanggal berakhirnya Waran Seri I yakni 30 Maret 2022- 30 Maret 2023.
"Jika tidak dilaksanakan sampai batas waktu, maka waran menjadi kadaluarsa. Total target hasi pelaksanaan waran sebesar Rp 124,99 miliar," tulis prospektus Zyrex.
Selain itu, perseroan mengadakan program Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation"atau ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 3% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebanyak 9.999.900 saham.
Perusahaan menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sementara penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.
Saat ini, saham Zyrex dimiliki oleh Timothy Siddik Shu dan Collen Siddik Shu masing-masing 75% dan 25%. Setelah IPO, kedua pemegang saham itu masing-masing diperkirakan memegang saham Zyrex 50% dan 16,67%.
Masa penawaran umum pada 19-24 Maret, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuagan (OJK) pada 17 Maret 2021, dan target listing saham dan waran 30 Maret mendatang.
Sebesar 42% dana IPO akan digunakan untuk pelunasan pembelian kantor, gudang dan pabrik (tanah dan bangunan) yang sedang perseroan gunakan saat ini, yang seluruhnya terletak di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kecamatan Grogol Petamburan, Kelurahan Tanjung Duren Utara dengan Letak Tanah di Jalan Daan Mogot No. 59, RT005/RW001," tulis manajemen dalam prospektus.
Adapun sebesar 58% akan digunakan sebagai modal kerja untuk pemesanan bahan baku laptop selama kuartal kedua 2021 dalam menunjang peningkatan penjualan.
"Sedangkan dana yang akan diperoleh dari hasil pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan perseroan untuk modal kerja, yaitu untuk pemesanan bahan baku laptop dan pengembangan produk Internet of Things (IoT)," tulis manajemen.
Per September, aset perusahaan tercatat Rp 108,75 miliar dari Desember 2019 sebesar Rp 84,19 miliar.
Pendapatan neto per September 2020 yakni Rp 138,77 miliar dari bisnis mobile computing devices, dan dari bisnis IT product Rp 40,1 miliar, serta bisnis lainnya Rp 40,96 juta, sehingga total menjadi Rp 169,62 miliar. Laba tahun berjalan pada periode itu mencapai Rp 32,26 miliar.
(CNBC Indonesia
18 March 2021 11:08)
Berita di : Kuy! Ada IPO Produsen Laptop Zyrex, Harganya Rp 250/saham
Simak Record Berita Berikut di tahun yg sama :
Garap Proyek Laptop Nadiem, Zyrex Dapat Utang Bank Rp 116 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen laptop Zyrex, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), baru saja menandatangani perjanjian kredit atas penyediaan tambahan fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Index Selindo sebesar US$ 8 juta atau setara dengan Rp 116 miliar (kurs Rp 14.500/US$).
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian fasilitas kredit tersebut ditandatangani pada tanggal 12 Agustus.
Adapun jenis kredit yang ditawarkan Bank Indeks Selindo adalah Letter of Credit Usance Non-Revolving dengan jangka waktu 12 bulan yang akan digunakan oleh Zyrex untuk pembelian bahan baku proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan.
Tambahan fasilitas kredit yang diberikan Bank Indeks kepada Zirex tersebut memiliki tenor maksimal 120 hari, di mana pemakaiannya akan disesuaikan dengan kontrak pembelian barang ke pihak supplier/vendor.
Sebelumnya, manajemen Zyrex melaporkan perseroan memperoleh kontrak dan perjanjian dari rekanan penyedia Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atas Pengadaan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2021 (Laptop) oleh Kemendikbud-Ristek.
Jumlah proyek yang diperoleh adalah pengadaan 165.000 unit laptop untuk penjualan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), kementerian yang dipimpin oleh co-founder dan mantan CEO Gojek, Nadiem Makarim.
Adapun pelaksanaan kontrak tersebut akan dilaksanakan oleh dua distributor perusahaan, yaitu PT Intan Pariwara sejumlah 45.000 unit laptop dan PT Dragon Computer & Communication sejumlah 120.000 unit laptop
Dari transaksi dan penandatanganan kontrak/perjanjian tersebut, Zyrex memperolah tambahan pendapatan sebesar Rp 700 miliar.
Pada penutupan perdagangan sesi I Senin (16/7) di pasar modal, saham ZYRX yang dibuka di zona hijau dan sempat melesat lebih dari 10% di tengah perdagangan sesi I, tercatat ditutup naik 3,08% ke level Rp 670/saham.
Dalam seminggu saham ini terkoreksi 16,25%, selama sebulan terakhir harga saham ini meningkat 32,67% dan dalam tiga bulan tumbuh sebesar 37,30%.
Sumber : Garap Proyek Laptop Nadiem, Zyrex Dapat Utang Bank Rp 116 M
(CNBC Indonesia)
Simak Record Berita Berikut di tahun yg sama :
Zyrex Beberkan Kontrak Laptop Rp 700 M dari Mas Nadiem
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen laptop Zyrex, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), memberikan penjelasan resmi dan memperbaharui informasi soal perolehan kontrak dan perjanjian dari rekanan penyedia Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atas Pengadaan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2021 (Laptop) oleh Kemendikbud-Ristek.
Jumlah proyek yang diperoleh adalah pengadaan 165.000 unit laptop untuk penjualan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Adapun pelaksanaan kontrak tersebut akan dilaksanakan oleh dua distributor perusahaan, yaitu PT Intan Pariwara sejumlah 45.000 unit laptop dan PT Dragon Computer & Communication sejumlah 120.000 unit laptop
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kedua proyek tersebut diperoleh pada tanggal 28 dan 30 Mei lalu.
Dari transaksi dan penandatanganan kontrak/perjanjian tersebut, Zyrex memperolah tambahan pendapatan sebesar Rp 700 miliar.
"[Pengumuman ini] sebagai penyesuaian atau perbaikan atas keterbukaan informasi Perolehan Kontrak Penting Zyrexindo Nomor: 31.080/CRS-ZMB/VII/21 tanggal 27 Juli 2021 yang disampaikan melalui Sistem Pelaporan Elektronik," tulis manajemen Zyrex, dikutip Senin ini (16/8).
Sebelumnya dalam laporan pada 27 Juli lalu, perseroan hanya menyebutkan akan memperoleh tambahan pendapatan Rp 700 miliar, tetapi belum memberikan detail informasi sumber pemesanan kontrak yakni distributor perusahaan. Selain itu, disebutkan tanggal kejadian adalah pada 5 Juli 2021 dan 7 Juli 2021.
Misi Nadiem
Sebelumnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-ristek) Nadiem Makarim sudah menjelaskan soal ini.
"Pemerintah pusat sudah menganggarkan Rp 1,3 triliun untuk pengadaan awal laptop sebanyak 190.000 laptop untuk dikirim ke seluruh Indonesia. Selain itu, melalui dana alokasi khusus pendidikan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota akan ada pengadaan 240.000 laptop," kata Nadiem, dari keterangan resmi ZYRX dilansir keterbukaan informasi (28/7).
Baru-baru ini, Zyrex menambahkan 4 lini produksi perakitan dan hingga kini berjumlah sebanyak 8 lini produksi, sehingga mempunyai kapasitas produksi melebihi 430.000 laptop atas kebutuhan peralatan TIK 2021 di Kemendikbud-ristek pusat dan yang melalui DAK pendidikan.
Dengan demikian, ZYREX siap memproduksi laptop sesuai Rencana Pengadaan produk TIK untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SLB dan SMK per tahun 2021-2024 yang mencapai minimal 1,3 juta Laptop senilai Rp 17 triliun, belum termasuk yang dialokasikan via DAK provinsi, kabupaten dan kota.
Data proyek itu berdasarkan data Ditjen Paudasmen, Kemendikbud-Ristek 2021, diambil dari Konferensi Pers terkait Pemenuhan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan.
Nadiem Makarim mengatakan, "di 2021 program ini berjalan, digitalisasi ini di jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, kita kirimkan 190 ribu laptop ke 12 ribu sekolah dengan anggaran Rp 1,3 triliun. 100% dibelanjakan laptop produk dalam negeri," kata Nadiem.
Pada perdagangan sesi I Senin (16/7) pukul 09.30 WIB di pasar modal saham ZYRX dibuka di zona hijau naik 9,23% ke level 710/saham. Dalam seminggu saham ini terkoreksi 11,88%, selama sebulan terakhir harga saham ini meningkat 39,60% dan dalam tiga bulan tumbuh sebesar 44,47%.
( CNBC - Indonesia )
Sumber : Zyrex Beberkan Kontrak Laptop Rp 700 M dari Mas Nadiem
Simak idnFinancial : PT. Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX)
